Pages

Jumat, 22 Juni 2012

Sekilas Amoepbha

AMOEPBHA (Anak Mekanik Otomotif Enam Panca Bhakti) adalah suatu organisasi non formal yang dibentuk oleh para siswa kelas 1 Otomotif 6 SMK Panca Bhakti Banjarnegara pada awal tahun 2006. Nama Amoepbha diambil untuk menggalang kekompakan antar siswa di 1 Otomotif 6 yang mana pada saat itu Bp. Hermawan Setiaji, S.Pd,Si sebagai wali kelasnya. Seirng dengan berjalannya waktu, Amoepbhaners ( sebutan anak - anak yang tergabung dalam AMOEPBHA community ) mulai semakin kompak dan rasa persaudaraan diantara Amoepbhaners semakin erat. Meski masih dikatakan organisasi kecil, AMOEPBHA banyak menyumbangkan atletnya ke ajang POPDA antar SLTA di Banjarnegara. Organisasi yang dibentuk pada 17 Januari 2006 ini mengirimkan ± 10 atletnya pada POPDA 2006 lalu. Dan hasilnyapun tidak mengecewakan Amoepbhaners menyumbang 5 emas, 5 perak dan 3 perunggu yang menambah pundi - pundi medali sekolah menempati tempat ke - 2 se-Banjarnegara.



        
Setahun sudah Amoepbhaners duduk dibangku kelas 1 Otomotif, waktu yang cukup mendebarkan pengumuman kenaikan kelas pun dilaksanakan, dengan hasil positif yang menaikan semua Amoepbhaners ke kelas 2 Otomotif akhirnya terlaksana. Di kelas 2 Otomotif ( tahun ke-2 ) Amoepbhaners mendapatkan banyak dukungan dari wali kelas 2 Otomotif 6 yang saat itu dijabat oleh Ibu Eko Dewi Roesti D, SE. Amoepbha mengeluarkan kostum perdananya yang berwarna putih, yang digunakan pertama kalinya saat di Jakarta untuk melakukan KI ( Kunjungan Industri ) yang diikuti oleh 10 kelas di SMK Panca Bhakti Banjarnegara. 10 kelas tersebut adalah 6 kelas dari Otomotif ( termasuk AMOEPBHA ), 3 kelas dari Technik Elektronika Industri dan 1 kelas dari Tecknik Arsitektur. Kunjungan Industri ini dilakukan untuk mengenalkan para siswa pada Dunia Kerja. Dipertengahan bulan Maret 2007 Amoepbhaners harus berpisah untuk melakukan PKL ( Praktek Kerja Industri ) dibengkel yang ada di kawasan Kabupaten Banjarnegara selama 1 ½ bulan. Amoepbhaners dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok mobil dan kelompok motor, sehingga ada Amoepbhaners yang bergabung dengan siswa dari kelas ataupun organisasi lain yang juga melakukan PKL. 
 
Selama 1 ½ bulan Amoepbhaners dan siswa dari kelas lain harus meninggalkan sekolah untuk sementara waktu dan mencari ilmu dibengkel yang telah dipilih oleh masing - masing siswa. Setelah PKL tahap I selesai Amoepbhaners berkumpul kembali kesekolah dan harus menempuh MID SEMESTER yang diadakan sekolah. Hasil yang dicapai Amoepbhaners tidak begitu mengecewakan meski banyak yang mnegaku selama PKL ( 1 ½ bulan dbengkel tidak belajar atau bahkan ada yang mengaku tidak pernah membuka buku sama sekali ). Akhirnya akhir semesterpun dilaksanakan dan hasil kali ini cukup menyedihkan, mengingat ada rekan kami yang harus mengulang di kelas 2 dan ada pula yang harus naik bersyarat dan harus pindah dari SMK Panca Bhakti Banjarnegara. Suatu pukulan bagi Amoepbhaners yang harus rela berpisah dengan rekannya. Tetapi meski tidak satu ruangan ikatan Amoepbhaners akan tetap melekat di hati. 

Setelah libur 3 minggu diawal Tahun ajaran baru, kami ( Amoepbhaners ) tidak mengikuti pelajaran seperti biasa, melainkan kami harus mengikuti program PKL tahap 2 yang berjalan selama 5 minggu. Kalau dihitung - hitung Amoepbhaners berpisah selama 8 minggu atau 2 bulan dari sekolah maupun dari rekan Amoepbhaners, meskipun ada anggota Amoepbhaners yang PKL pada bengkel yang sama. 2 bulan pun berlalu, waktu kami kembali kesekolah pun tiba, kami sangat terharu dengan bertemu Guru, Sekolah dan juga rekan - rekan satu sekolah dan yang tidak kalah menyenengkan bagikami adalah bertemu sesama Amoepbhaners yang telah sekian lama berpisah. Dan kami juga mendapatkan wali kelas yang baru, beliau adalah Ibu Hastin P, S.Pd Masuknya kelas kami kembali ke SMK Panca Bhakti bertepatan dengan akan diadakannya Kompetisi FUTSAL dan Basket 3 ON 3 yang diadakan dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-62. Awalnya kami sangat terkejut ketika kelas kami tidak dimasukka dalam daftar peserta karena terkena kasus CALCIOPOLI. Kami lalu meminta keterangan dan akhirnya kami diperbolehkan untuk bermain di even tersebut. Dengan SEMANGAT Amoepbhaners, Amoepbha mampu meraih kemenangan demi kemenangan hingga babak 3, meski harus menyerah dari lawannya tim 3 ON 3 Amoepbha dipaksa kalah 1 - 0 lewat adu pinalty setelah bermain 2 x 5 menit dengan hasil imbang 3 sama melawan 2 Otomotif 3. Sedangkan Tim Futsal Amoepbha meraih hasil yang cukup baik dengan mampu merebut juara 3 setelah berhasil mengalahkan kelas 2 Otomotif 4 dengan skor 2 - 1. Hasil tersebut merupakan hasil terbaik yang pernah di capai oleh Amoepbha dalam ajang FUTSAL yang diadakan di SMK Panca Bhakti Banjarnegara.

0 komentar:

Posting Komentar