AMOEPBHA (Anak Mekanik Otomotif Enam Panca Bhakti) adalah suatu
organisasi non formal yang dibentuk oleh para siswa kelas 1 Otomotif 6
SMK Panca Bhakti Banjarnegara pada awal tahun 2006. Nama Amoepbha
diambil untuk menggalang kekompakan antar siswa di 1 Otomotif 6 yang
mana pada saat itu Bp. Hermawan Setiaji, S.Pd,Si sebagai wali kelasnya.
Seirng dengan berjalannya waktu, Amoepbhaners ( sebutan anak - anak yang
tergabung dalam AMOEPBHA community ) mulai semakin kompak dan rasa
persaudaraan diantara Amoepbhaners semakin erat. Meski masih dikatakan
organisasi kecil, AMOEPBHA banyak menyumbangkan atletnya ke ajang POPDA
antar SLTA di Banjarnegara. Organisasi yang dibentuk pada 17 Januari
2006 ini mengirimkan ± 10 atletnya pada POPDA 2006 lalu. Dan hasilnyapun
tidak mengecewakan Amoepbhaners menyumbang 5 emas, 5 perak dan 3
perunggu yang menambah pundi - pundi medali sekolah menempati tempat ke -
2 se-Banjarnegara.
Setahun sudah Amoepbhaners duduk
dibangku kelas 1 Otomotif, waktu yang cukup mendebarkan pengumuman
kenaikan kelas pun dilaksanakan, dengan hasil positif yang menaikan
semua Amoepbhaners ke kelas 2 Otomotif akhirnya terlaksana. Di kelas 2
Otomotif ( tahun ke-2 ) Amoepbhaners mendapatkan banyak dukungan dari
wali kelas 2 Otomotif 6 yang saat itu dijabat oleh Ibu Eko Dewi Roesti
D, SE. Amoepbha mengeluarkan kostum perdananya yang berwarna putih, yang
digunakan pertama kalinya saat di Jakarta untuk melakukan KI (
Kunjungan Industri ) yang diikuti oleh 10 kelas di SMK Panca Bhakti
Banjarnegara. 10 kelas tersebut adalah 6 kelas dari Otomotif ( termasuk
AMOEPBHA ), 3 kelas dari Technik Elektronika Industri dan 1 kelas dari
Tecknik Arsitektur. Kunjungan Industri ini dilakukan untuk mengenalkan
para siswa pada Dunia Kerja. Dipertengahan bulan Maret 2007 Amoepbhaners
harus berpisah untuk melakukan PKL ( Praktek Kerja Industri ) dibengkel
yang ada di kawasan Kabupaten Banjarnegara selama 1 ½ bulan.
Amoepbhaners dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok mobil dan
kelompok motor, sehingga ada Amoepbhaners yang bergabung dengan siswa
dari kelas ataupun organisasi lain yang juga melakukan PKL.
Setelah libur 3 minggu diawal Tahun ajaran baru, kami ( Amoepbhaners )
tidak mengikuti pelajaran seperti biasa, melainkan kami harus mengikuti
program PKL tahap 2 yang berjalan selama 5 minggu. Kalau dihitung -
hitung Amoepbhaners berpisah selama 8 minggu atau 2 bulan dari sekolah
maupun dari rekan Amoepbhaners, meskipun ada anggota Amoepbhaners yang
PKL pada bengkel yang sama. 2 bulan pun berlalu, waktu kami kembali
kesekolah pun tiba, kami sangat terharu dengan bertemu Guru, Sekolah dan
juga rekan - rekan satu sekolah dan yang tidak kalah menyenengkan
bagikami adalah bertemu sesama Amoepbhaners yang telah sekian lama
berpisah. Dan kami juga mendapatkan wali kelas yang baru, beliau adalah
Ibu Hastin P, S.Pd Masuknya kelas kami kembali ke SMK Panca Bhakti
bertepatan dengan akan diadakannya Kompetisi FUTSAL dan Basket 3 ON 3
yang diadakan dalam rangka menyemarakkan HUT RI ke-62. Awalnya kami
sangat terkejut ketika kelas kami tidak dimasukka dalam daftar peserta
karena terkena kasus CALCIOPOLI. Kami lalu meminta keterangan dan
akhirnya kami diperbolehkan untuk bermain di even tersebut. Dengan
SEMANGAT Amoepbhaners, Amoepbha mampu meraih kemenangan demi kemenangan
hingga babak 3, meski harus menyerah dari lawannya tim 3 ON 3 Amoepbha
dipaksa kalah 1 - 0 lewat adu pinalty setelah bermain 2 x 5 menit dengan
hasil imbang 3 sama melawan 2 Otomotif 3. Sedangkan Tim Futsal Amoepbha
meraih hasil yang cukup baik dengan mampu merebut juara 3 setelah
berhasil mengalahkan kelas 2 Otomotif 4 dengan skor 2 - 1. Hasil
tersebut merupakan hasil terbaik yang pernah di capai oleh Amoepbha
dalam ajang FUTSAL yang diadakan di SMK Panca Bhakti Banjarnegara.
0 komentar:
Posting Komentar