Pages

portal resmi anak mekanik otomotif enam panca bhakti banjarnegara -- Agus; Anggun; Amir; Sya'bani; Arif; Aziz; Cholis; Daryanto; Deny; Desy; Eko; Eko Yul; Febrian; Diska; Ginanjar; Joko Pri; Joko Ri; Khris; Maga; Mahno; Mei; Zainudin; Attor; Fauzi; Novi; Nyoto; Mono; Ragil; Reza; Rijal; Sarifudin; Slamet Barok; Slamet Pandi; Syarif; Tangguh; Tri Agus; Tri Sulis; Wahyu; Wiwin

Selasa, 03 Juli 2012

Potensi Bencana di Wonosobo Relatif Tinggi

imageWONOSOBO, suaramerdeka.com - Sekda Wonosobo Drs H Eko Sutrisno Wibowo MM menyebut, meski daerah pegunungan ini memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, namun sampao sekarang Wonosobo belum punya Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD). Jadi, tiap kali terjadi bencana, penanganannya dilakukan BPBD yang menggunakan payung hukum peraturan Bupati (Perbup) nomor 33 tahun 2010.
Sehubungan dengan itu, lanjut Sekda, ketika membuka pelatihan optimalisasi bencana bagi anggota Search and Resque (SAR), di pendopo kabupaten, maka Pemkab Wonosobo saat ini tengah memperjuangkan terwujudnya Peraturan daerah (Perda) tentang BPBD. Pelatihan optimalisasi anggota SAR, berlangsung sampai 5 Juli mendatang.
Dengan adanya BPBD yang dipimpin pejabat eselon II A, lembaga tersebut mempunyai kewenangan dalam pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana, secara terencana, terpadu dan menyeluruh. Koordinasi penanganan bencana dilakukan sebelum atau pasca bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi.
Keberadaan BPBD akan mempermudah pengelolaan bantuan maupun pengelolaan dana dari pemerintah pusat. Bersamaan dengan itu, Wakil Bupati Wonosobo Dra Hj Maya Rosida MM, juga melantik pengurus SAR masa bakti 2012-2017. Dia memandang perlu anggota SAR memahami pola antisipasi dan penanganan bencana.
SAR tak hanya dibutuhkan ketika terjadi bencana, tetapi peran mereka juga cukup penting dalam mengupayakan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana di lingkungannya. "Dengan membangun budaya sadar bencana, maka diyakini korban bisa diminimalkan. Bahkan sedini mungkin bisa dicegah atau diantisipasi," ujarnya.

(sumber : Suara Merdeka)

Minggu, 24 Juni 2012

Ekosistem Sungai Terancam Mati

PAGEDONGAN - Usaha pelestarian lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah seperti yang dilakukan peserta fun trekking explorer river series ini. Ratusan bibit ikan mujahir dan lele  ditebarkan oleh 50 peserta di sungai Bermali di Desa Kebutuh Jurang Kecamatan Pagedongan. Ketua panitia kegiatan tersebut, Alif Zen Fahmi mengatakan, biasanya mereka melakukan konservasi lahan dengan penanaman bibit pohon keras.

"Namun karena sekarang menjelang musim kemarau, dikhawatirkan bibit pohon mati jadi kami putuskan untuk tebar bibit ikan,"katanya. 

Menurutnya dengan penebaran bibit ikan ini akan memperbaiki ekosistem sungai yang sekarang semakin rusak. "Sekarang ini sungai di Banjarnegara semakin kotor, keadaan semakin parah dengan banyaknya orang yang menangkap ikan dengan listrik, kalau tidak segera diselamatkan ekosistem sungai bisa mati,"jelasnya.

Tindakan masyarakat yang sering menangkap ikan dengan listrik atau setrum dianggapnya sangat merusak. "Jadi tidak hanya ikan besar yang mati, ikan kecil juga ikut mati. Lama-lama bisa habis,"katanya.

Herman, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara menganggap kegiatan yang dilakukan para pencinta alam ini sangat positif. "Tindakan seperti ini kecil nilainya untuk melestarikan lingkungan, namun seharusnya kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi yang lain. Semakin banyak yang mengikutinya semakin besar nilainya,"ucapnya.

Dia mengatakan, sejauh ini di Banjarnegara sangat jarang sekali dilakukan tebar bibit ikan padahal di Banjarnegara ada begitu banyak sungai yang terancam kematian ekosistemnya. "Konservasi lahan gundul dengan menanami bibit pohon masih menjadi primadona, padahal konservasi sungai juga tidak kalah penting,"ucapnya.

Arifin salah satu peserta dari kelompok pencinta alam 'wirapala' mengatakan, sangat mendukung kegiatan tebar benih ini. "Nantinya ikan tersebut juga bisa dimanfaatkan warga sekitar aliran sungai untuk konsumsi, asal jangan di setrum atau dipotas,"katanya.(jat/nun)

Sumber : Radar Banyumas

Jumat, 22 Juni 2012

Opening amoepbha.blogspot.com

Assalamu'alaikum Wr. Wb......

Prige kabare sederek Amoepbha (Anak Mekanik Otomotif Enam Panca Bhakti Banjarnegara)? pada sehat? Kiye nyong pengin nginformasikna bae kanggo sedulur - sedulur pada. Kiye nyong gawe blog enggo organisasine dewek sing kaya kiye keprige? pada setuju ra? rencanane ya isine neng blog iki ya terserah sekanyang - kanyang rika pan pada ngomong apa ya oleh, pen njeplak, pen ngapa - ngapa ya karep - karepe rika pada. 


Lagi kae nyong wis gawe blog tapi kelalen passworde sing nggo login ya dadine nyong mikir mending gawe maning bae lah. Ya ibarate nggo keren - keren lah carane bocah enom jaman saiki.

Rumangsane saiki jamane wis jaman internetan, sapa jal sing saiki ra kenal karo Facebook, Twitter lan sak liya - liyane, mesti rika pada wis nglotok lah ya gale dolanan. Smsan be saiki pada karo ndlenger be bisa mbokan nu jempole wis pada nduwe mata enggo ngetik huruf A nganti Z nganti ana simbol - simbole mbarang.

Ya sukur - sukur nang kene pada bae fungsine karo nang facebook apa twitter lan sebangsane anggo aweh informasi khususe enggo warga Amoepbha. mbok ana acara apa kan bisa poto - poto ngko di upload li mbokan ana produser lewat ndang ditarik dadi apa bae bisa.hehe....

Ya semono bae nggo pembukaan blog kiye. semoga bae blog kiye bermanfaat. oya ngapura jan banget kiye bahasane campuraduk ra karuan. sing penting pada teyeng maca, sing wis nang luar Jawa Tengah semoga ya tetep bisa basa Jawa.hehehe....

Kawulo aturi Wassalamu'alaikum Wr. Wb.