Pages

Selasa, 03 Juli 2012

Potensi Bencana di Wonosobo Relatif Tinggi

imageWONOSOBO, suaramerdeka.com - Sekda Wonosobo Drs H Eko Sutrisno Wibowo MM menyebut, meski daerah pegunungan ini memiliki potensi bencana yang cukup tinggi, namun sampao sekarang Wonosobo belum punya Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD). Jadi, tiap kali terjadi bencana, penanganannya dilakukan BPBD yang menggunakan payung hukum peraturan Bupati (Perbup) nomor 33 tahun 2010.
Sehubungan dengan itu, lanjut Sekda, ketika membuka pelatihan optimalisasi bencana bagi anggota Search and Resque (SAR), di pendopo kabupaten, maka Pemkab Wonosobo saat ini tengah memperjuangkan terwujudnya Peraturan daerah (Perda) tentang BPBD. Pelatihan optimalisasi anggota SAR, berlangsung sampai 5 Juli mendatang.
Dengan adanya BPBD yang dipimpin pejabat eselon II A, lembaga tersebut mempunyai kewenangan dalam pengkoordinasian pelaksanaan kegiatan penanggulangan bencana, secara terencana, terpadu dan menyeluruh. Koordinasi penanganan bencana dilakukan sebelum atau pasca bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi.
Keberadaan BPBD akan mempermudah pengelolaan bantuan maupun pengelolaan dana dari pemerintah pusat. Bersamaan dengan itu, Wakil Bupati Wonosobo Dra Hj Maya Rosida MM, juga melantik pengurus SAR masa bakti 2012-2017. Dia memandang perlu anggota SAR memahami pola antisipasi dan penanganan bencana.
SAR tak hanya dibutuhkan ketika terjadi bencana, tetapi peran mereka juga cukup penting dalam mengupayakan kesadaran masyarakat terhadap potensi bencana di lingkungannya. "Dengan membangun budaya sadar bencana, maka diyakini korban bisa diminimalkan. Bahkan sedini mungkin bisa dicegah atau diantisipasi," ujarnya.

(sumber : Suara Merdeka)

0 komentar:

Posting Komentar