PAGEDONGAN - Usaha pelestarian lingkungan bisa dilakukan dengan berbagai
cara, salah satunya adalah seperti yang dilakukan peserta fun trekking
explorer river series ini. Ratusan bibit ikan mujahir dan lele
ditebarkan oleh 50 peserta di sungai Bermali di Desa Kebutuh Jurang
Kecamatan Pagedongan. Ketua panitia kegiatan tersebut, Alif Zen Fahmi
mengatakan, biasanya mereka melakukan konservasi lahan dengan penanaman
bibit pohon keras.
"Namun karena sekarang menjelang musim kemarau, dikhawatirkan bibit pohon mati jadi kami putuskan untuk tebar bibit ikan,"katanya.
Menurutnya dengan penebaran bibit ikan ini akan memperbaiki ekosistem sungai yang sekarang semakin rusak. "Sekarang ini sungai di Banjarnegara semakin kotor, keadaan semakin parah dengan banyaknya orang yang menangkap ikan dengan listrik, kalau tidak segera diselamatkan ekosistem sungai bisa mati,"jelasnya.
Tindakan masyarakat yang sering menangkap ikan dengan listrik atau setrum dianggapnya sangat merusak. "Jadi tidak hanya ikan besar yang mati, ikan kecil juga ikut mati. Lama-lama bisa habis,"katanya.
Herman, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara menganggap kegiatan yang dilakukan para pencinta alam ini sangat positif. "Tindakan seperti ini kecil nilainya untuk melestarikan lingkungan, namun seharusnya kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi yang lain. Semakin banyak yang mengikutinya semakin besar nilainya,"ucapnya.
Dia mengatakan, sejauh ini di Banjarnegara sangat jarang sekali dilakukan tebar bibit ikan padahal di Banjarnegara ada begitu banyak sungai yang terancam kematian ekosistemnya. "Konservasi lahan gundul dengan menanami bibit pohon masih menjadi primadona, padahal konservasi sungai juga tidak kalah penting,"ucapnya.
Arifin salah satu peserta dari kelompok pencinta alam 'wirapala' mengatakan, sangat mendukung kegiatan tebar benih ini. "Nantinya ikan tersebut juga bisa dimanfaatkan warga sekitar aliran sungai untuk konsumsi, asal jangan di setrum atau dipotas,"katanya.(jat/nun)
"Namun karena sekarang menjelang musim kemarau, dikhawatirkan bibit pohon mati jadi kami putuskan untuk tebar bibit ikan,"katanya.
Menurutnya dengan penebaran bibit ikan ini akan memperbaiki ekosistem sungai yang sekarang semakin rusak. "Sekarang ini sungai di Banjarnegara semakin kotor, keadaan semakin parah dengan banyaknya orang yang menangkap ikan dengan listrik, kalau tidak segera diselamatkan ekosistem sungai bisa mati,"jelasnya.
Tindakan masyarakat yang sering menangkap ikan dengan listrik atau setrum dianggapnya sangat merusak. "Jadi tidak hanya ikan besar yang mati, ikan kecil juga ikut mati. Lama-lama bisa habis,"katanya.
Herman, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Banjarnegara menganggap kegiatan yang dilakukan para pencinta alam ini sangat positif. "Tindakan seperti ini kecil nilainya untuk melestarikan lingkungan, namun seharusnya kegiatan seperti ini bisa menjadi contoh bagi yang lain. Semakin banyak yang mengikutinya semakin besar nilainya,"ucapnya.
Dia mengatakan, sejauh ini di Banjarnegara sangat jarang sekali dilakukan tebar bibit ikan padahal di Banjarnegara ada begitu banyak sungai yang terancam kematian ekosistemnya. "Konservasi lahan gundul dengan menanami bibit pohon masih menjadi primadona, padahal konservasi sungai juga tidak kalah penting,"ucapnya.
Arifin salah satu peserta dari kelompok pencinta alam 'wirapala' mengatakan, sangat mendukung kegiatan tebar benih ini. "Nantinya ikan tersebut juga bisa dimanfaatkan warga sekitar aliran sungai untuk konsumsi, asal jangan di setrum atau dipotas,"katanya.(jat/nun)
Sumber : Radar Banyumas
0 komentar:
Posting Komentar